PDIP 2024, Ganjar atau Puan? Siapa yang Lebih Pantas Diusung

Pdip 2024 – Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Ketua DPR RI, Puan Maharani, disebut-sebut menjadi lawan satu sama lain dalam kandidat calon presiden 2024 di PDIP.

Sikap PDIP yang mengucilkan Ganjar dinilai sebagai bentuk dukungan partai berlambang banteng untuk memuluskan jalan Puan menuju Pilpres 2024.

Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga.

pdip 2024

“Kalau Ganjar mundur, maka niat mengantarkan Puan untuk nyapres akan terbuka luas. Rencana tersebut tampaknya sudah disiapkan sejak lama.”

“Karena itu, tidak boleh ada kader lain yang menjadi penghalang. Siapa pun penghalangnya, termasuk Ganjar tentu akan dilucuti,” kata Jamiluddin, Raby (26/5/2021)

Lantas, antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani, siapakah yang lebih pantas maju Pilpres oleh Pdip 2024?

1. Emrus Sihombing

Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menilai Puan Maharani lebih layak diusung menjadi capres 2024 dibanding Ganjar Pranowo.

Emrus mengatakan Puan adalah sosok terbaik yang dimiliki PDIP dan bangsa Indonesia.

Pasalnya, rekam jejak Puan bisa diperhitungkan untuk maju sebagai calon presiden.

Ia memberikan contoh saat Puan menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

“Kemudian kementerian yang jadi koordinator beliau seperti Mensos, Menkes, dan sebagainya enggak ada masalah selama kepemimpinan dia,” jelas Emrus, Rabu (26/5/2021).

Baca juga : PDIP Tutup Peluang Koalisi, Demokrat Bilang Begini

2. Immanuel Ebenezer

Menurut Ketua Aktivis 98, Immanuel Ebenezer atau Noel, Ganjar Pranowo memiliki sejumlah kelebihan dibanding tokoh lainnya yang digang-gadang akan maju Pilpres 2024.

Ia mengatakan, Ganjar bisa berdiri di semua entitas, baik nasionalis, religius, dan milenial.

Noel pun menyamakan Ganjar seperti Bung Karno dan Jokowi.

Noel menilai, Ganjar dekat dengan wong cilik seperti Presiden RI pertama, serta matang di birokrasi seperti Jokowi.

“Seperti Bung Karno, Ganjar dekat dengan wong cilik dan fokus memikirkan pembangunan kualitas manusia.”

“Ganjar juga matang di birokrasi seperti Jokowi. Beliau tahu betul mengurusi rakyat dan bagaimana menyelesaikan persoalan itu,” terang Noel, Rabu (26/5/2021)

Karena itu, Noel yakin PDIP akan mengusung Ganjar pada Pilpres 2024 meski saat ini terjadi konflik.

Menurutnya, konflik saat ini hanyalah bagian dari dinamika politik.

“Saya masih yakin PDIP akan memberikan restu ke Ganjar. Toh, pilpres masih panjang.”

“Megawati punya kecerdasan luar biasa dalam mengeksekusi keputusan politik,” pungkasnya.

3. Jerry Massie

Direktur Eksekutif Political and Policy Public Studies (P3S), Jerry Massie, menduga kisruh antara PDIP dan Ganjar Prnaowo saat ini adalah upaya Puan Maharani untuk menjegal Gubernur Jawa Tengah ini.

Ia mengatakan, akan menjadi kesalahan fatal bagi PDIP jika tak mengusung Ganjar sebagai capres.

Pasalnya, menurut Jerry, Puan masih kalah jauh jika harus head to head dengan Ganjar.

“Setiap kali survei nama Ganjar di atas kertas baik elektabilitas dan popularitas nama Ganjar masih unggul jauh, sedangkan Puan terseok-seok,” kata Jerry dalam siaran persnya kepada Tribunnews, Selasa (25/5/2021).

“Dan memang sebuah kesalahan fatal jika PDIP tak mengakomodasi Ganjar. Puan masih jauh jika head to head dengan Ganjar,” tambahnya.

4. Adib Miftahul

Analis Politik Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Adib Miftahul, memprediksi PDIP bisa kembali meraih kemenangan pada Pilpres 2024 jika mengusung Ganjar Pranowo.

Hal ini berdasarkan elektabilitas Ganjar yang cenderung dinamis di beberapa survei, seolah mengingatkan pada momen munculnya Jokowi di Pemilu 2014.

“Survei yang merangkak naik dan Jokowi dipilih jadi capres dan menang.”

“Posisi Ganjar sekarang saya kira mirip dengan itu, mirip dengan Jokowi, sederhana, merakyat dan egaliter,” jelasnya, Senin (24/5/2021)

Meski begitu, Adib tak menampik kemungkinan PDIP juga akan mengusung Puan sebagai capres.

Karena menurutnya, dengan komando tertinggi partai masih dipegang Megawati Soekarnoputri, sosok capres yang akan diusung tak bakal jauh-jauh dari trah Soekarno.

Namun, ia menilai sejarah 2004 akan terulang jika PDIP tetap mengusung Puan.

“Modal Puan yang pernah menjadi menteri dan sekarang jadi ketua DPR, saya kira tak akan kuat (menaikkan elektabilitas).”

“Ingat dulu, Mega pada tahun 2004 jadi presiden, toh juga kalah dengan SBY,” jelas Adib.

“Intinya kalau mau mengusung Ganjar, PDIP bisa mengulang sukses Jokowi di 2014, sebaliknya jika mengusung Puan, tak bisa melupakan sejarah 2004, saat Mega kalah,” tandasnya.

5. Hendri Satrio

Membantah pernyataan Adib Miftahul, Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, tak setuju dengan prediksi tersebut.

Menurutnya, apa yang dialami Ganjar dengan Jokowi adalah hal berbeda.

“Ceritanya berbeda, antara Mas Ganjar dengan Pak Jokowi. Pak Jokowi di Solo menang 90 persen.”

“Lalu, pindah ke Jakarta, mengalahkan banyak sekali tokoh kuat dan elektabilitasnya besar,” ucapnya, Selasa (25/5/2021).

Sedangkan, menurut Hendri, Ganjar nyaris kalah saat Pilkada Jateng melawan Sudirman Said.

“Mas Ganjar ini di Jawa Tengah lawan Sudirman Said aja hampir kalah. Padahal dia petahana dan di kandang banteng,” lanjutnya

Karena setiap pemimpin punya cerita masing-masing, Hendri pun menegaskan kesuksesan Jokowi tak bisa terjadi pada Ganjar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *