Inilah 7 Faktor Yang Mempengaruhi Daya Beli Konsumen

Daya beli konsumen – Daya beli dalam teori ekonomi adalah kemampuan secara individu atau bisnis untuk membeli barang atau jasa. Daya beli biasanya diukur dengan cara menghitung berapa banyak barang yang dapat dibeli konsumen dengan jumlah mata uang yang tetap.

Pemerintah atau para ahli ekonomi melakukan penelitian akan kemampuan daya beli masyarakat secara berkala. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi perekonomian rakyat. Karena daya beli masyarakat dapat mencerminkan keseluruhan perekonomian suatu negara. Tingkat inflasi ataupun deflasi juga berkaitan dengan daya beli. Dengan meneliti daya beli masyarakat, bisa diperkirakan apakah keuangan negara dalam keadaan sehat atau tidak.

Barang Konsumen yang Biasa Dibeli Masyarakat

Masyarakat memiliki kebutuhan yang dibeli secara teratur. Barang yang dibeli disebut sebagai barang konsumen (consumer goods). Barang konsumen yang dijual secara eceran terbagi ke dalam berbagai sektor. Ada yang berupa kebutuhan pokok seperti makanan dan pakaian. Kedua jenis barang ini bergerak cepat karena selalu dibutuhkan dan merupakan kebutuhan pokok.

Baca juga : Inilah Pengertian Saluran Pemasaran, Jenis Hingga Contohnya

Ada juga barang konsumen yang termasuk barang mewah, misalnya elektronik, perhiasan, dan kendaraan. Karena harganya yang cenderung tinggi dan masa pakai barang yang lama, maka fluktuasi barang mewah tidak mengalami perubahan dengan cepat.

Meneliti kemampuan daya beli masyarakat, biasanya akan menghasilkan kesimpulan apakah masyarakat hanya mampu membeli barang konsumen berupa barang pokok atau sudah sampai ke barang mewah.

daya beli konsumen

Hal-Hal yang Mempengaruhi Daya Beli

Mengukur tingkat daya beli masyarakat sangat penting untuk mengetahui biaya hidup di suatu kota atau negara tertentu. Dengan begitu, bisa membandingkan keadaan ekonomi antara satu negara dengan negara lainnya.

Ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi daya beli masyarakat:

1. Harga

Harga barang dan jasa adalah salah satu faktor penentu daya beli masyarakat yang sangat penting. Saat harga naik, maka kemampuan daya beli masyarakat akan cenderung menurun. Sebaliknya, saat harga turun maka kemampuan daya beli masyarakat meningkat. Karenanya, jika ingin melihat kemampuan daya beli masyarakat, coba lihat harganya terlebih dahulu.

2. Tingkat Pendapatan Riil Masyarakat

Bagi individu, pendapatan riil menjadi penentu pada daya beli mereka. Yang dimaksud pendapatan riil adalah pendapatan seseorang yang telah disesuaikan dengan perubahan harga. Jika pendapatan riil meningkat, maka seseorang dapat membeli barang atau jasa lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Sangat penting untuk menyesuaikan pendapatan dengan kenaikan harga barang dan jasa di pasaran. Karena setiap tahun harga barang cenderung mengalami kenaikan sedikit demi sedikit. Bisa saja pendapatan meningkat tapi harga juga meningkat.

Jadi pendapatan yang meningkat bukan berarti daya beli langsung meningkat. Sebab pendapatan meningkat yang diikuti dengan meningkatnya harga barang, secara riil pendapatnya tidak meningkat. Karena itu, pendapatan harus disesuaikan dengan harga terlebih dahulu.

3. Pajak

Pajak yang meningkat cenderung membuat daya beli masyarakat menurun karena pajak menurunkan pendapatan riil. Pajak dipotong dari penghasilan, jadi kalau pajak meningkat, maka pendapatan riil berkurang. Artinya seseorang dapat membeli barang dan jasa lebih sedikit daripada sebelum terjadi kenaikan pajak.

Kenaikan pajak cenderung membuat konsumen mengurangi belanjanya. Ini adalah faktor kunci dalam memacu aktivitas ekonomi. Karena itulah pajak yang lebih tinggi cenderung dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

4. Nilai Tukar Mata Uang

Nilai tukar mata uang yang meningkat akan menyebabkan harga barang, terutama barang impor, menjadi lebih murah. Karena itu dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Sebaliknya, jika nilai mata uang menurun maka harga barang akan naik dan daya beli masyarakat pun menurun.

Sama halnya dengan saat berlibur ke luar negeri. Saat memilih negara yang nilai mata uangnya jauh lebih tinggi, di negara tujuan tentu kemampuan daya beli lebih sedikit jika dibandingkan dengan memilih negara tujuan yang nilai mata uangnya lebih rendah.

5. Tingkat Pekerja dan Pengangguran

Jika dalam sebuah negara hampir tidak ada pengangguran, itu berarti hampir semua penduduknya memiliki penghasilan. Maka bisa dipastikan daya belinya baik. Semakin banyak orang yang bekerja maka uang yang diperoleh masyarakat semakin banyak. Karena itu, mereka bisa membeli barang dan jasa dengan lebih baik.

Sebaliknya, jika ada banyak pengangguran maka banyak orang yang tidak memegang uang. Jadi sudah tentu daya belinya lemah. Pekerjaan memang tidak berpengaruh secara langsung terhadap nilai mata uang. Tetapi masyarakat jadi punya uang lebih banyak dan daya belinya pun kuat.

6. Ketersediaan Kredit

Barang atau jasa yang berharga mahal biasanya akan dibeli dengan cara kredit oleh masyarakat. Saat benar-benar dibutuhkan, masyarakat akan mencari bantuan keuangan berupa pinjaman untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Karena itu, ketersediaan kredit untuk konsumen dan bisnis dari lembaga keuangan dapat mempengaruhi daya beli.

Jika lembaga keuangan memiliki kredit yang baik, maka pelanggan dan perusahaan bisa berbelanja lebih banyak. Dengan begitu, daya beli pun meningkat. Lembaga keuangan akan mendapatkan bunga. Bunga memberi lebih banyak uang yang bisa dibelanjakan dalam perekonomian.

7. Suku Bunga

Suku bunga dari pihak pemberi pinjaman, baik itu bank atau lembaga keuangan lainnya, juga sangat berpengaruh pada daya beli masyarakat. Ketika suku bunga naik, maka masyarakat cenderung tidak mengajukan pinjaman dan mengurungkan niat untuk membeli.

Sebaliknya, jika suku bunga rendah maka masyarakat akan lebih mudah untuk mengajukan pinjaman. Karena beban bunga yang harus mereka bayar dirasa tidak terlalu memberatkan. Jadi daya beli pun akan meningkat.

Nah itulah beberapa faktor yang mempengaruhi daya beli. Dengan begini, kita bisa lebih jeli dalam melihat keadaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *